Selasa, 13 Januari 2015

4 Jenis Makanan Untuk Radang Sendi

Rheumatoid arthritis (RA) atau lebih dikenal dengan istilah radang sendi kronis adalah penyakit autoimun yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. Serangan penyakit ini umumnya menyebabkan peradangan kronis, kekakuan dan rasa nyeri.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa diet Mediterania dapat membantu menurunkan risiko peradangan dalam tubuh. Diet Mediterania adalah program diet yang banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, gandum, biji-bijian, ikan, dan minyak zaitun.

Berikut ini adalah empat jenis makanan yang dapat Anda coba, khususnya bagi mereka yang menderita rhematoid :

1.  Ikan

Orang-orang yang menderita rematik umumnya akan memproduksi sitokin secara berlebih. Lemak tak jenuh ganda, terutama omega 3 akan membantu dalam menekan inflamasi sitokin dan bahan kimia lainnya. Hampir semua jenis ikan memiliki kandungan omega 3. Asam lemak omega 3 banyak terdapat pada ikan salmon, herring, sarden, dan teri.

The American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi kan setidaknya dua kali dalam seminggu. Ikan sebaiknya dipanggang dan tidak digoreng. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan kandungan lemak sehat. Jika tidak suka ikan, Anda bisa mengkonsumsi makanan lain yang kaya omega 3 asam lemak seperti walnuts (kenari), canola oil, dan kacang kedelai. Atau tanyakan kepada dokter Anda tentang suplemen omega 3 yang berasal dari tanaman.

2.  Buah dan Sayuran

Ahli gizi sering menyarankan orang untuk menambahkan warna pada diet mereka. Karena, zat yang memberi warna pada buah dan sayuran yakni flavonoid dan karotenoid  berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan adalah komponen penting dari diet dalam melawan inflamasi (peradangan). Vitamin C merupakan antioksidan yang ditemukan dalam banyak buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang tinggi antioksidan termasuk di antaranya blueberry, blackberry, labu, ubi jalar, wortel, tomat, paprika, jeruk, brokoli, dan melon.

Memilih makanan yang berwarna-warni, dengan warna merah, oranye, kuning, biru, hijau, dan ungu secara tidak langsung akan membuat Anda mengkonsumsi beragam buah-buahan dan sayuran, sehingga membantu Anda untuk mendapatkan diet yang seimbang.

3. Biji - Bijian

Sebuah studi yang dipublikasi dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak biji-bijian seperti oatmeal, beras merah, dan barley mengalami penurunan tingkat C-reaktif protein (CRP) atau penanda peradangan dalam tubuh.

Pasta gandum dan roti merupakan keunggulan dari Diet Mediterania yang mengandung selenium. Beberapa orang yang menderita rhematoid umumnya memiliki tingkat kadar selenium yang rendah dalam darah mereka. Keuntungan lain dari makanan biji-bijian, bukan karbohidrat olahan - seperti roti putih dan nasi putih - adalah bahwa gandum utuh dapat membantu Anda mengelola berat badan Anda lebih baik.

4. Minyak Zaitun

Sebuah studi yang dimuat The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang sedikit mengkonsumsi minyak zaitun lebih berisiko terkena rhematoid dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Studi menunjukkan bahwa senyawa dalam minyak zaitun menghentikan produksi bahan kimia yang menyebabkan peradangan.

Selain menjadi komponen penting sebagai anti-inflamasi, minyak zaitun juga berfungsi sebagai pengganti untuk lemak jenuh dan trans. Lemak jenuh ditemukan dalam makanan seperti susu, mentega, es krim, lemak dan daging merah. Lemak trans ditemukan dalam banyak makanan yang dalam proses memasaknya dipanggang.

Jumat, 09 Januari 2015

Jenis Tanaman Untuk Penyakit Diabetes Melitus

Berikut adalah beberapa tanaman yang dapat dijadikan obat diabetes melitus. Selain itu obat tersebut juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit lainnya.

1. Mimba

Efek Farmakologi:
  • Dipergunakan sebagai anti daibetis,
  • Diare,
  • Piretik,
  • Serta bilious.
Cara Pemakaian:
  1. Tujuh  lembar daun mimba rebus dengan  tiga gelas air hingga menjadi kurang lebih 1 gelas.
  2. Dinginkan  kemudian saring dan diminum setiap pagi dan sore.

2. Mahkota Dewa

Efek Farmakologi:
  • Sebagai antiradang,
  • Sakit kulit,
  • Obat disentri, dan
  • Eksim.
Cara Pemakaian :
  1. Lima sampai tujuh potong buah mahkota dewa diseduh dalam segelas air panas.
  2. Tutup rapat dan biarkan sebentar agar larut.
  3. Setelah  itu minum 1x sehari atau  secukupnya.

3. Ciplukan

Efek Farmakologi :
  • Untuk menghilangkan rasa sakit,
  • Meredakan batuk, dan
  • Mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh.
Cara Pemakaian:
  1. Seluruh tanaman direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas.
  2. Kemudian  saring dan diminum.

4. Brotowali

Efek Farmakologi :
  • Berdampak sebagai penghilang rasa sakit,
  • Anti piretik  (menurunkan panas), dan
  • Melancarkan meridian.
Cara Pemakaian :
  1. Siapkan  6 batang brotowali, potong-potong, kemudian  cuci bersih.
  2. Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dan sepertiga daun kumis kucing.
  3. Rebus dengan  tiga gelas sampai menjadi dua gelas.
  4. Diminum setelah makan.
  5. Sehari 2 x 1 gelas.

5. Mengkudu

Efek Farmakologi :
  • Buah ini menghilangkan hawa lembab pada tubuh,
  • Meningkatkan kekuatan pada tulang,
  • Memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik, dan
  • Membersihkan darah.
Cara Pemakaian:
  1. Dua buah  mengkudu  yang sudah masak diparut, tambahkan dengan sedikit air kapur.
  2. Lalu aduk hingga rata.
  3. Peras dengan sehelai kain lalu diminum.

6. Daun Sendok

Efek Farmakologi :
  • Buah ini dapat digunakan sebagai antiseptik,
  • Peluruh dahak , dan
  • Antiradang.
Cara Pemakaian:
  1. 1/2 genggam daun  sendok direbus dengan tiga gelas air menjadi dua setengah gelas.
  2. Kemudian saring dan minum dengan madu. Sehari dapat diminum  2 x ¾ gelas sehari.

7. Lidah Buaya

Efek Farmakologi :
  • Memiliki efek sebagai paraistiside,
  • Antiradang, dan
  • Pencahar.
Cara Pemakaian :
  1. 1 lembar lidah buaya cuci hingga bersih, buang durinya, lalu potong-potong.
  2. Lidah buaya direbus dengan  3 gelas air hingga menjadi satu setengah gelas.
  3. Minumlah  3 x1,5 gelas setiap setelah makan.

8. Tapak Dara

Efek Fermatologi : 
  • Sebagai antikanker,
  • Penenang, dan
  • Menyejukkan darah.
Cara Pemakaian:
  1. Seluruh tanaman sekitar 6 sampai 15 gram direbus, saring, lalu diminum.
  2. Penggunaan tanaman obat sebagai penyembuhan berfungsi konstruktif yaitu membangun kembali jaringan-jaringan rusak serta dapat menyebuhkan berbagai komplikasi.

Mekanisme tanaman obat dalam menurunkan kadar gula darah diduga melalui mekanisme berikut:
  • Menghambat penyerapan gula karena serat sangat tinggi,
  • Memperbaiki sel beta pankreas seperti pada penggunaan tanaman obat ciplukan dan pare,
  • Merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi insulin, dan
  • Menyembuhkan berbagai penyakit yang diakibatkan diabetes mellitus.

9. Pare

Efek Farmakologi :
  • Buah yang sering dijadikan sayur ini memberi dampak antiradang pada meridian jantung, hati, dan paru, sifatnya dingin.
  • Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas mengeluarkan insulin.
Cara Pemakaian :
  1. 200 gram buah pare segar dipotong-potong,
  2. Lalu dijus atau direbus.
  3. Kemudian airnya diminum.

10. Teh Hijau

Efek farmakologi :
  • Polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
  • Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jumal BMC Pharmacology edisi 2004.
Cara Pemakaian:
  1. Satu sendok tek daun teh hijau diseduh dengan air panas.
  2. Minum setelah makan.

11. Sambiloto

Efek farmakologi :
  • Obat untuk menurunkan panas,
  • Antiracun, dan 
  • Antipiretik.
Cara Pemakaian : 
  1. ½ genggam dauh sambitolo direbus dengan  3 gelas air hingga tinggal sekitar 2 ¼ gelas.
  2. Dinginkan dan saring, kemudian minum setelah makan, sehari 3 x ¾  gelas.

Rabu, 07 Januari 2015

Tanaman Yang Baik Untuk Penyembuhan Penyakit Wasir

Wasir atau bisa disebut ambeien merupakan kelainan akibat membesarnya pembuluh darah balik (vena) pada bagian bawah usus besar (rektum) di daerah dubur. Secara anatomis, wasir sebenarnya bukan penyakit, tapi perubahan pada bantalan pembuluh darah di dubur. Bantalan itu melebar dan membesar. 

Pengobatan wasir dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Bila wasir masih dalam derajat ringan, obat tradisional, terutama herbal berkhasiat bisa anda coba. Menurut buku Terapi Herbal, Buah, dan Sayuran 10 Penyakit Utama, ada beberapa resep herbal untuk mengatasi wasir.

1. Sosor Bebek

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Efek :
  • Antiradang,
  • Mengurangi pembengkakan,
  • Menghentikan pendarahan.
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Ambil 50 helai daun sosor bebek, cuci bersih, lalu diangin-anginkan sampai kering,
  2. Kemudian tumbuk halus dan simpan dalam wadah tertutup rapat,
  3. Satu sendok makan bubuk daun sosor bebek itu seduh dalam satu cangkir air panas (boleh ditambah madu),
  4. Aduk-aduk hingga rata,
  5. Minum setelah hangat,
  6. Ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari.

2. Daun Saga

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Ambil daun saga 1 genggam, herbal pegagan 1 genggam, daun patikan China (serbuk) 1 sendok teh, akar kelembak (serbuk) ½ sendok teh, rimpang temulawak 7 keping, dan air 1 gelas,
  2. Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih,
  3. Lalu disaring kemudian tambahkan madu1 sendok makan,
  4. Setelah hangat diminum sekaligus,
  5. Lakukan 2 kali sehari.

3. Urang - Aring

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Ambil herba urang-aring 7 buah, akar patikan China 7 buah, daun iler 7 helai, kayu ules 1 buah, dan air 1 gelas.
  2. Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih,
  3. Lalu saring dan ditambah madu 1 sendok makan,
  4. Lalu diminum 2 kali sehari.

4. Tapak Liman (Elephantopus scaber)

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Rebus 0,5 kg daun tapak liman dalam 1,5 l air mendidih,
  2. Sebaiknya rebus dalam dalam panci dengan tutup berlubang di bagian tengah,
  3. Setelah cukup panas, segera angkat panci dan uap air yang keluar dari lubang tutup panci diarahkan tepat ke lubang dubur penderita wasir,
  4. Lakukan 2 kali sehari.

5. Buah tomat

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Rebus beberapa buah tomat yang sudah masak dalam minyak kelapa selama kira-kira 10 menit,
  2. lalu disaring dengan sepotong kain bersih.
  3. Setelah dingin oleskan pada wasirnya.

6. Lidah Buaya (Aloe vera)

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Efek : 
  • Pencahar (laxative),
  • antiradang,
  • melembutkan kulit (emoliens)
Ramuan dan Cara membuat :
Resep Pertama
  1. Lidah buaya secukupnya dijus,
  2. tambahkan norit dan bubuk gambir secukupnya.
  3. Aduk hingga merata,
  4. kemudian oleskan di bagian wasir.
Resep Kedua
  1. Daging lidah buaya diparut atau dijus,
  2. Tambahkan segelas air matang dan 2 sendok makan madu murni,
  3. Aduk lalu disaring,
  4. Air sarinya diminum.

7. Akar kangkung

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Yang paling baik adalah akar kangkung cabut. Sebagai obat luar untuk wasir, akar kangkung dicuci bersih lalu direbus. Air rebusannya digunakan untuk membasuh atau membersihkan anus.

Ramuan dan Cara membuat :
Resep Pertama
  1. Ambil satu genggam akar kangkung,
  2. Tambahkan adas 1 sendok teh,
  3. Pulasari 1/3 jari,
  4. Kemudian rebus dengan 2-3 gelas air dengan api kecil,
  5. Teruskan sampai airnya tinggal 1-1 1/2 gelas,
  6. Dinginkan, saring dan minum dua kali sehari.
Resep Kedua
  1. Segenggam kecil akar kangkung dicuci bersih,
  2. Lalu rebus dengan 3 gelas air hingga separuhnya,
  3. Setelah dingin, minum sehari 2 gelas setengah gelas.

8. Terung Ungu

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html 
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Ambil 15 gr akar terung ungu,
  2. Lalu keringkan dan giling hingga menjadi bubuk,
  3. Kemudian 3 grm bubuk akar terung ungu itu dicampurkan dengan bubuk sambiloto,
  4. jus lidah buaya secukupnya dan diaduk rata,
  5. Oleskan pada bagian wasir.

9. Pisang Batu/Klutuk

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Ambil 3-5 pisang batu muda,
  2. Cuci bersih kemudian parut dan diperas,
  3. Air perasannya ditambah sedikit pulosari dan gula aren atau gula merah,
  4. Diaduk merata, disaring, dan diminum 1-2 kali sehari.

10. Pegagan

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Di tanah air disebut juga dengan Antanan atau Kalikuda. Daun ini dikenal sebagai obat penguat lambung.

Efek :
  • Anti-infeksi,
  • menyejukkan.
Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Ambil segenggam daun pegagan yang segar,
  2. lalu rebus dengan tiga gelas air dalam api kecil,
  3. Setelah airnya tinggal setengah gelas,
  4. dinginkan lalu disaring,
  5. Minum dua kali sehari.

11. Daun Handeuleum

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Daun ini di Jawa disebut dengan Daun Ungu, di Madura disebut dengan Karotong sedangkan di Bali dikenal sebagai Temen. Dalam bahasa Latin disebut dengan Latya graptophyllum pictum L.Griffith. Daun yang berwarna lembayung atau ungu ini, bisa dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus bahkan bisa dibuat sayur.

Ramuan dan Cara Membuat :
  1. Ambil 7-8 lembar daun handeuleum,
  2. adas 1 sedok dan pulosari setengah jari,
  3. Kemudian rebus dengan 2 gelas air (500 ml) dengan api kecil, 
  4. sehingga airnya tersisa 1 gelas lagi.
Perhatian :
  • Untuk penderita wasir derajat 3-4, minum sehari tiga kali.
  • Sedangkan untuk wasir yang masih ringan, air rebusan tadi bisa diminum dalam 2-3 kali.
  • Jika ingin lebih enak, maka bisa ditambahkan seiris temu lawak dalam rebusan tadi.

12. Tape 

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Biasakan makan tape, baik tape ketela pohon maupun tape ketan setiap hari. Dalam waktu tiga hari (bila sudah keluar darah dari dubur), darah akan berhenti/mampet, dan kemungkinan dalam waktu satu minggu akan sembuh.

13. Daun Salak

http://artikelyangada08.blogspot.com/2015/01/13-tanaman-herbal-untuk-penyembuhan.html
Kalau ambeien/wasir belum parah atau masih gejala, dapat juga dicoba resep tiga helai daun salak direbus dengan air sebanyak satu gelas. Lalu air rebusan tadi disaring dan diminum dengan gula merah. Minum dua kali sehari, pagi dan malam. Lakukan secara rutin.

Semoga info tersebut bisa bermanfaat untuk kita semua..!!

Senin, 05 Januari 2015

Khasiat Buah Apel Untuk Kesehatan Tubuh

Akhir-Akhir ini kita akan banyak menjumpai buah apel di mana pun. Tak hanya apel dari Malang, tapi juga akan dijumpai apel impor. Ternyata, buah yang semakin memasyarakat ini banyak khasiatnya. Jika masyarakat Timur (Eastern) memiliki durian sebagai buah unggulan, maka masyarakat Barat (Western) memiliki apel. Orang Barat sering memakai apel sebagai paradigma bagi buah yang menarik. Diperkirakan ada tujuh ribu jenis buah apel yang tumbuh di dunia, tapi hanya ada beberapa macam yang ada di pasaran di Indonesia, seperti apel Kampung, apel Australia, apel Manalagi, apel Amerika.
http://pantanganmakanan08.blogspot.com/2015/01/khasiat-dan-manfaat-buah-apel-untuk.html

Bentuk, ukuran, warna, rasa serta tekstur masing-masing jenis apel memang beragam. Tapi dalam hal gizi tidak jauh berbeda. Adanya kalium/potasium serta pektin yang tinggi dalam apel, menjadikan buah ini sangat bermanfaat untuk mencegah stroke, serta mengurangi kadar gula dan kolesterol darah. Satu hal yang bermanfaat bagi penderita kencing manis serta jantung koroner.
  • Rasa


Apel umumnya berbentuk bulat, dengan cekungan pada pangkal pucuknya. Daging apel berwarna putih, renyah dan berair dengan rasa manis atau asam. Daging buah ini dilindungi oleh kulit tipis yang umumnya mengkilap. Bila daging ini dikerat keluarlah aroma yang harum dan segar. Namun ada beberapa varietas apel, aroma itu terasa sangat tajam.

Citarasa, aroma, maupun tekstur, sebenarnya dihasilkan dari kurang lebih 230 komponen kimia. Termasuk pula beragam asam seperti asam asetat, format serta 20 jenis asam lain. Selain itu ada kandungan alkohol berkisar 30 - 40 jenis, ester seperti etil asetat sekira 100 jenis, karbonil seperti formaldehid dan asetaldehid, serta banyak lagi.

  • Kalium dan Stroke


Kandungan zat gizi yang menonjol pada apel adalah kalium, khususnya pada apel merah, serta pektin dan selulosa. Kalium merupakan mineral yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah.

Penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Universitas California di San Diego, Amerika Serikat, menunjukkan, satu porsi buah yang banyak mengandung kalium dalam sehari, mampu menurunkan risiko terkena stroke (serangan otak) hingga 40%.

Riset tersebut diterapkan pada sekira 800 pria dan wanita yang berumur 50 tahun keatas, yaitu usia risiko tinggi untuk terkena serangan otak. Ternyata, konsumsi kalium konsentrasi tinggi lewat makanan bisa mengurangi tekanan darah, sehingga peluang terjadinya stroke menurun.
Apel terutama yang berwarna merah, tergolong memiliki kandungan kalium cukup tinggi kalium. Setiap 100 gram bagian apel merah yang dapat dimakan terdapat kandungan sekira 203 mg kalium. Memang masih lebih rendah bila dibandingkan dengan kalium yang ada di dalam pisang (435 mg), alpukat (278 mg), duku (232 mg) dan pepaya (221 mg). Akan tetapi masih lebih tinggi dibandingkan kandungan kalium pada sawo manila (181 mg), jeruk (162 mg), belimbing (130 mg), nenas (125 mg) dan anggur (111 mg). Karenanya, apel dianggap salah satu buah yang potensial dalam menurunkan risiko serangan otak.

  • Dietary Fiber


Apel mengandung serat dalam jumlah banyak. Selulosa, adalah serat yang tidak larut (dalam air) yang berada pada kulit apel. Sedangkan, pektin adalah tipe serat larut yang banyak dijumpai pada daging buah apel.

Serat tak larut, khususnya selulosa selain beberapa hemiselulosa dan lignin, dapat mempercepat perjalanan sisa makanan melintasi saluran percerna. Sementara serat larut dapat menimbulkan efek sebaliknya, memperlambat 'lalu lintas' sisa makanan. Kedua bentuk serat ini sebenarnya sama-sama memunyai kekuatan mencuci perut. Kedua jenis serat dapat menyerap air dan membuat tinja lebih besar. Maka, jangan heran jika penderita konstipasi (sulit buang air besar), konsumsi apel utuh alias beserta kulitnya sangat dianjurkan.

  • Pengontrol Kolesterol


Serat larut, yaitu pektin dan gum, membentuk gel dalam usus. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan sisa makanan untuk bergerak dari mulut anus jadi lebih lama. Hal ini membuat orang yang bersangkutan akan merasa kenyang lebih lama. Itu sebabnya, bagi yang sedang menjalani program melangsingkan tubuh, apel dapat dijadikan sebagai penggati makanan energi, seperti kue yang berlemak atau manis.

Selain itu, serat larut mampu mengikat berbagai zat, termasuk kolesterol, dan mengurangi penyerapannya dari saluran usus. Bentuk serat ini dapat menurunkan tingkat kolesterol darah. Hasil penelitian memperlihatkan, pektin apel dapat mengurangi kandungan kolesterol LDL sebanyak 10%. Kolesterol LDL merupakan penyebab penyakit jantung dan stroke. Selain menurunkan LDL, apel tidak mengurangi kolesterol HDL atau kolesterol 'baik'. Sehingga apel diperkirakan mampu memperkecil risiko penyakit jantung hingga 20%. Serat larut pun ternyata mampu memperlambat masuknya glukosa dari pencernaan karbohidrat ke aliran darah. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengontrol penyakit kencing manis.

  • Kesegaran Apel


Untuk memperoleh manfaat yang maksimal dari apel maka bentuk sediaan harus diperhatikan. Apel segar umumnya lebih baik dibandingkan dengan hasil olahan menjadi sari buah maupun sirup. Riset yang dilakukan beberapa ahli menunjukkan, pemberian apel dengan berbagai macam bentuk sediaan pada orang normal, menghasilkan respon yang berbeda terhadap konsentrasi gula darah maupun insulin. Sedangkan konsumsi apel segar utuh hanya menaikkan sedikit insulin serum, dibandingkan bubur apel. Struktur serat pada bubur apel sudah rusak.

Jadi, apel segar, khususnya pada penderita kencing manis, lebih bermanfaat dibandingkan apel olahan. Kandungan serat larut yang tinggi dan energi yang rendah, serta rasa asam manis yang bervariasi membuat apel cocok sebagai pilihan makanan kecil selain sebagai pencuci mulut yang baik. Rasa renyah apel dapat membantu melepaskan bahan-bahan yang lengket di gigi, misalnya gula, sekaligus memacu pengeluaran air liur, sehingga mampu membersihkan gigi.

  • Kandungan Flavonoid Tinggi


Telah banyak penelitian mengungkapkan bahwa apel, seperti buah-buahan lain, kaya akan serat, fitokimia, dan flavonoid. Hanya saja, menurut Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, apel paling banyak mengandung flavonoid dibandingkan dengan buah-buahan lain.

Zat ini, menurut laporan tersebut, mampu menurunkan risiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50 persen. Selain itu ada kabar baik untuk kaum pria. Hasil penelitian Mayo Clinic di Amerika Serikat pada tahun 2001 membuktikan bahwa quacertin, sejenis flavonoid yang terkandung dalam apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker prostat. Dengan kandungan zat gizi yang banyak tersebut maka dengan mengkomsumsi buah apel kita akan terhindar dari berbagai penyakit, adapun penyakit yang bisa dihindari adalah sebagai berikut :

  • Menjaga Daya Tahan Tubuh


Menurut Miriam Polunnin dalam bukunya “Healing Foods”. Menurut buku tersebut, apel sangat bermanfaat untuk pencernaan. Untuk penelitian Konowalchuck J pada tahun 1978 juga mempublikasikan bahwa sari buah apel terbukti ampuh mengatasi penyakit atau serangan infeksi virus.

  • Memperkuat Tulang


Peneliti Perancis menemukan bahwa flavanoid atau phloridzin yang terkandung dalam buah Apel bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang.

Boraks yang merupakan zat lain yang terkandung juga bermanfaat untuk memperkuat tulang. Peneltian tersebut dilakukan kepada wanita yang sudah memasuki masa menopausal terbukti terlindungi dari osteoprosis.

  • Mencegah Asma


Salah satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa anak-anak penderita asma dengan minum jus apel setiap hari menderita wheezing kurang dari anak-anak yang minum jus apel hanya sekali per bulan.

Studi lain menunjukkan bahwa anak-anak perempuan yang lahir untuk makan banyak apel selama kehamilan memiliki resiko lebih rendah dari sakit asma dibandungkan sama anak-anak dari ibu yang memakan beberapa apel.

  • Mencegah Alzheimers


Sebuah studi dilakukan pada tikus di Universitas Cornell menemukan bahwa quercetin dalam apel akan melindungi sel otak dari jenis kerusakan radikal bebas yang dapat mengakibatkan penyakit Alzheimers.

Mengkonsumsi apel dapat meningkatkan produksi asetilkolin, zat kimia yang mentransmisikan pesan antara sel-sel saraf, sehingga kandungan apel mampu menjaga ketajaman otak seiring pertambahan usia, meningkatkan memori, dan berpotensi mengurangi kemungkinan mendapatkan penyakit alzheimer.

  • Menurunkan Kolesterol


Penelitian menunjukkan bahwa apel mempunyai kadar quercetin yang cukup tinggi. Tingginya kadar quercetin disebutkan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam darah. Hal ini dapat mengurangi kadar kolesterol LDL yang bisa merusak aliran darah. Pektin dalam apel menurunkan LDL (buruk) kolesterol. Dua orang yang makan apel per hari dapat menurunkan kolesterol oleh mereka sebanyak 16 persen.

  • Mencegah Kanker Paru-Paru


Menurut studi dari 10.000 orang, orang yang mengkomsumsi  banyak  apel memiliki 50 persen lebih rendah risiko terkena kanker paru-paru. Peneliti percaya ini disebabkan tingginya tingkat dari zat flavonoids, quercetin dan naringin dalam apel.

  • Mencegah Kanker Payudara


Sebuah studi Universitas Cornell menemukan bahwa tikus yang makan satu apel per hari mengurangi resiko kanker payudara  sebesar 17 persen. Tikus makan tiga apel per hari mengurangi resiko sebesar  39 persen dan mereka makan enam apel per hari mengurangi resiko sebesar  44 persen.

  • Mencegah Kanker Usus Besar


Satu studi menemukan bahwa tikus yang diberi makan dari ekstrak kulit apel memiliki 43 persen lebih rendah resiko kanker usus besar. Penelitian lain menunjukkan bahwa pektin dalam apel akan mengurangi risiko kanker usus besar dan membantu menjaga sistem pencernaan yang sehat.

  • Mencegah Kanker Hati


Penelitian menemukan bahwa tikus yang diberi makan dari ekstrak kulit apel memiliki 57 persen lebih rendah risiko kanker hati.

  • Mengontol Diabetes


Serat larut air pada apel yang disebut pektin dapat menurunkan kadar kolesterol. Pektin mampu mengikat asam empedu dan dibawa keluar melalui feses. Pektin pada apel juga berguna dalam mengendalikan gula darah.

  • Menurunkan Berat Badan


Brazilian dalam penelitiannya menemukan bahwa wanita yang makan tiga apel per hari pada saat melakukan program diet maka hasilnya akan lebih besar berkurangnya dibandingkan dengan yang tidak mengkomsumsi apel pada saat melaksanakan program dietnya. Sebagai sumber serat yang baik, apel baik untuk pencernaan dan membantu menurunkan berat badan. Apel merupakan camilan yang sangat baik untuk orang yang sedang menurunkan berat badan karena kadar seratnya tinggi, sehingga mencegah rasa lapar datang lebih cepat.

  • Mencegah Penyakit Jantung


Pusat Medis Davis Universitas California, berdasarkan hasil risetnya mendapatkan, antioksidan dalam jus apel mampu mengatasi penyakit kadar kolesterol buruk ( low density lipoprotein / LDL ) dan melindungi kesehatan tubuh dari penyakit tubuh jantung. Publikasi penelitian di Finlandia (1996) menunjukkan, orang berpola makan kaya flavonoid mengalami insiden penyakit jantung lebih rendah.


  • Mengurangi Gangguan Ketika Menopause


Menurut penelitian US Apple Association pada tahun 1992, diberitakan bahwa apel mengandung boron yang membantu tubuh wanita mempertahankan kadar estrogen pada saat menopause. Mempertahankan estrogen berarti mengurangi gangguan yang disebabkan oleh ketidak seimbangan hormon dikala menopause, misalnya semburan panas, nyeri, depresi, penyakit jantung, osteoporosis.

  • Menjaga Daya Tahan Tubuh


Menurut Miriam Polunnin dalam bukunya “Healing Foods”. Menurut buku tersebut, apel sangat bermanfaat untuk pencernaan. Untuk penelitian Konowalchuck J pada tahun 1978 juga mempublikasikan bahwa sari buah apel terbukti ampuh mengatasi penyakit atau serangan infeksi virus.
  • Menjaga Kesehatan Gigi


Apel juga mengandung tanin, zat yang bermanfaat mencegah kerusakan gigi periodontal. Penyakit gusi ini disebabkan saling menempelnya bakteri pembentuk plak.

  • Mecegah Batu Empedu


Menurut Dr Lai Chiu Nan apel berkhasiat untuk melembutkan batu empedu dengan mengkonsumsinya sehari 4 sampai 5 buah apel segar.

  • Redakan Diare


Buah apel juga punya khasiat meredakan diare. Ini menurut Miriam Polunnin dalam bukunya “Healing Foods”. Menurut buku tersebut, apel sangat bermanfaat untuk pencernaan.

Selasa, 30 Desember 2014

Makanan Yang Tepat Untuk Penderita Sakit Maag

Selamat datang di http://blogtradisional11.blogspot.com. Disini anda akan mendapatkan berbagai informasi seputar “Sayuran dan Buah Buahan Untuk Penderita Sakit Maag”. Semoga bisa bermanfaat.

1. Pisang

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Pisang banyak disukai oleh banyak kalangan karena rasa dan teksturnya. Selain enak, buah berwarna kuning ini memiliki kandungan Kalium seperti yang dimiliki oleh buah pepaya dan melon. Kalium dapat menstabilkan keadaan asam lambung dan karenanya dapat menghentikan serangan maag.

2. Pepaya

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Pepaya memiliki zat bernama papain untuk meningkatkan kinerja sistem pencernaan. Selain itu, dengan mengkonsumsi pepaya satu jam setelah makan, protein dalam makanan dapat dicerna dengan baik.

3. Jeruk

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Meski jeruk sedikit asam, namun jeruk sangatbersahabat bagi penderita maag. Asam asetat dan asam askorbat-nya merupakan obat penyakit lambung yang sangat baik.

4. Alpukat

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Para peneliti dari shizuoka university, jepang misalnya menemukan manfaat buah alpukat dalam mengurangi kerusakan hati, termasuk juga kerusakan akibat virus hepatitis. Alpukat dapat dimakan oleh siapa saja dan berapa saja karena kadar asam lemak jenuh pada buah alpukat tergolong rendah. Alpukat tergolong buah yang memiliki kadar lemak dan kalori yang tinggi. Buah alpukat mengandung Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan Vitamin D. Kandungan terbanyak adalah vitamin A.

5. Mangga

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Selain mempunyai rasa yang enak dan manis, mangga juga merupakan buah sehat yang kaya akan nutrisi dan juga merupakan anti oksidan dan anti inflamasi alami. Mengkonsumsi buah mangga menjaga lapisan perut tetap dingin dan bebas dari asam. Anda dapat mengkonsumsi mangga sesuai kesukaan anda.

6. Kelapa

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Air kelapa yang diminum beberapa kali dalam sehari dapat mencegah pembentukan asam ekstra di perut anda. Air kelapa juga sangat bagus sebagai minuman pelepas dahaga karena dapat menyediakan glukosa dan garam yang hilang dalam tubuh.

7. Semangka

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Buah yang mengandung banyak air ini banyak mengandung citrulline asam amino yang membantu tubuh dalam menciptakan amonia. Anomia berguna dalam menjaga tingkat asam dalah tubu.

8. Mentimun

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Caranya sama seperti ketika anda menempatkan irisan mentimun pada kelopak mata. Lakukanlah hal yang sama pada perut. Mentimun dapat mengurangi panas tubuh dan mencegah nyeri berputar di perut yang disebabkan oleh kelebuhan asam di perut.


9. kentang

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Kentang di beberapa negara dijadikan sebagai makanan pokok. Kandungan karbohidrat dalam kentang membuat kenyang bertahan lebih lama. Kentang memiliki sifat basa yang dapat menetralkan asam lambung.

10. Brokoli

http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Brokoli Merupakan sumber kalium dan sulfur yang baik. Sulfur mampu berperan sebagai antioksidan pelindung lapisan dalam kulit lambung. Brokoli juga kaya akan vitamin C yang baik untuk memelihara stamina tubuh. Makanan lain yang mengandung sulfur adalah bawang merah dan bawang putih.

11. Kol


http://sehatsecaraalami08.blogspot.com/2014/12/buah-buahan-dan-sayuran-yang-baik-untuk.html
Meski banyak dijauhi karena mengandung gas, banyak ahli kesehatan yang justru memanfaatkan kol untuk mengatasi penyakit maag. Menurut Dr. Michael T. Murray, ahli naturopati dari Bellevue Washington, kol mengandung asam amino glutamin yang dapat meningkatkan aliran darah ke perut, memberikan nutrisi bagi sel dalam lambung, membantu melindungi lapisan perut, dan mengobati luka pada saluran pencernaan. Mengenai konsumsi kol ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Namun, apabila cara diatas tidak memberikan efek positif pada penyakit maag anda, kini kami membawa kabar baik untuk anda. Kami mempunyai produk kesehatan alami yang terbuat dari ekstra kulit manggis dan daun sirsak. Khasiatnya sudah tidak diragukan lagi karena sudah terbukti dan teruji khasiatnya mampu menyembuhkan segala macam penyakit lambung sampai tuntas tanpa efek samping.